Dimulai dengan Mie Ayam

Advert

Mulanya Ratiman, saudagar Mie 28/31 hanyalah seorang karyawan di salah satu home industry mie di Jakarta. Malah, sebelumnya ia sempat menjadi tenaga pembuat roti dan menjual air keliling. Kendati demikian, pekerjaan tersebut dilakoni lelaki yang telah almarhum tersebut dengan ulet. “Bapak itu orangnya giat dan selalu ingin maju,” ujar Tri Murtini, anak Ratiman yang meneruskan bisnisnya kini. “Bapak itu orangnya jujur. Sampai-sampai Bapak dipercaya oleh bosnya untuk mengelola pabrik mie beliau. Seiring perjalanan waktu, setelah di dikelola Bapak, produksi mie malah meningkat. Malah menjadi 100-zak perhari. Sehingga akhirnva Bapak berpikiran untuk membuka pabrik mie sendiri di Pekapuran ini,”kata Tri menjelaskan.

Almarhum Ratiman, sempat mendapat predikat sebagai pelopor pengusaha mie pribumi yang sukses. Di tangannya pabrik mie yang hanya mempekerjakan 10 orang karyawan tersebut melesat bak meteor. Kecerdikannya menjual mie, melahirkan ide brilian. Ide membuat gerobok sebagai penjaja mie yang dibuatnya pun murni lahir dari pemikirannya. “Sampai memiliki gerobak ribuan, Bapak menggunakan modal sendiri. Bisa di bilang Bapak memulai usaha dari nol,” ujar penerus estafet bisnis mie 28/31 itu.

“Gerobak itu hanya sebagai media kami untuk menjual mie. Tapi beli putus lho,” kata Tri menambahkan.
Dalam sehari Mie 28/31 mampu mengolah 70 s/d 80 zak (bal)/hari . Selain mie, pangsit basah pun dijual. Harga yang dipatok sama — dengan sistem pembelian putus. Omzet perhari mie 28/ 31 bisa mencapi Rp 12.012.000. Tri mengaku dari 25 kg (1 zak) tepung berubah menjadi 27 kg setelah dicampur air dan bumbu. “Ya kami cuma ambil untung dari kelebihan 2 kg tersebut saja, mbak,” kata Tri sambil tersenyum.

Selain memproduksi mie dan pangsit, Ratiman juga merintis pembuatan saos sambal sebagai pelengkap. Namun saat ini, menurut penuturan Tri — produk saos hanya dipasok ke agen dalam partai besar, tidak ke pengecer (ke gerobak). “Sekitar tahun 1984, usaha pembuatan saos tersebut dipegang oleh kakak saya. Mereknya ‘Tukinus’ – diambil dari nama kakak saya,” ujar Tri, menjelaskan. Mie 28/31 juga membuka beberapa warung mie di daerah Bekasi dan Sunter. Namun, menurut pengakuan Tri bisnis tersebut tersendat-sendat. Maklum, akibat kesibukannya di pabrik, Tri mengaku tidak bisa mengelola warung tersebut secara maksimal. “Selain buka warung, kami juga menjadi pemasok di pasar tradisonal. Sayangnya peminat nggak banyak. Apalagi mie kami daya tahannya hanya satu hari, sehingga kami lebih fokus pada sistem pembelian putus saja yang lebih pasti,” tambah Tri.

Mie 28/31 memiliki beberapa cabang di Jakarta yang tersebar di daerah Sunter, Cipulir, Jembatan Besi, Manggarai, dan Pekapuran. Walaupun beda manajemen, kecuali cabang Pekapuran — dikelola oleh sanak keluarga Ratiman. “Secara manajemen kami memang terpisah. Kami hanya menyuplai bumbu, sedangkan bahan baku didanai oleh cabang yang bersangkutan. Tapi, ada semacam fee yang musti di bayar ke Pekapuran tiap bulan. Ya, kita menerapkan sistem bagi hasil saja, mbak,” ujar wanita alumi Universitas Borobudur tersebut.

Kepandaian almarhum Ratiman dalam berbisnis menyisakan pelajaran yang sangat berharga bagi Tri Murtini — si putri bungsu. Walaupun baru mengalami musibah kebakaran, yang melahap sebagian pabriknya, Tri mengaku hanya meliburkan karyawannya selama 2 hari. Selain fokus menjalankan satu bisnis, Ratiman juga berpesan agar usaha mie basah ini terus dipertahankan. Meski saat ini Tri masih ragu melakukan diversifikasi usaha, perempuan tersebut berkeinginan mengembangkan usaha Mie 28/31.

Estafet kepemimpinan, tidak menjadikan Tri manja dalam mengoperasionalkan usaha warisan tersebut. Sejak tahun 1998, Tri mengaku telah ikut terjun membantu ayahnya berdagang. Modal dengkul memang bermakna tanpa uang. Namun, mengembalikan kejayaan usaha sama sulitnya dengan memulai bisnis tanpa modal.
Sri Ayuni – Majalah Pengusaha

Pencarian yang datang:

    pabrik mie ayam di bekasi,pedagang mie ayam paling sukses dijakarta,perusahaan mie basah dijakarta,PABRIK MIE DAERAH BEKASI,pabrik saos sambal,pedagang mie ayam yg sukses,pengusaha mie ayam se bekasi,ratiman pengusaha mie basah yang gulu,sandiaga uno bisnis dimulai,supplier mie ayam bekasi home industri

Leave a Reply