Buka Kafe modal BPKB motor
AdvertKalau anda berkunjung ke Sidoarjo dan ingin menikmati suasana malam, mampirlah ke jalan Kartini. Di sepanjang jalan irrimerupakanlokasikafe-kafe dari berbagai tingkatan segmen pengunjung. Salah satu yang paling banyak mendapat perhatian pengunjung adalah Delta Cafe. Kafe yang menonjolkan interior bambu ini dikunjungi 500 orang/ hari, dengan omzet rata-rata Rp.5.000.000/hari. Inilah cafe no 1 di Sidoarjo dari sisi jumlah pengunjung.
Suwarno, Heru, Budi Rianto, Budi Santoso dan Asnan , kelimanya sarjana teknik, harus menerima kenyataan di “PHK” karena badai “krismon” pada 1997. Mereka tak putus asa dan terus memutar otak mencari pekerjaan apapun asal halal dan bisa mengisi perut. Mereka Akhirnya coba keberuntungan membikin cafe kelas menengah.
Sebuah rumah tua kecil berhalaman luas namun becek, dan tak ada satu orangpun berani menjamahnya karena konon berhantu, dipilih sebagai lokasi kafe pertama mereka. Alasan pemilihan lokasi itupun cukup sederhana. Pemilik rumah tak memungut bayaran sepeserpun asal mereka mau meravvat rumahnya.
Semua pekerjaan ditangani sendiri, mulai dari mencari tanah urugan, mengurug halaman, mencari bambu bekas dan mengangkutnya, sampai mendirikan bangunan kafenya. Kursipun meminjam seorang kenalan, hanya berupa kursi plastik tanpa sandaran. Kompor sebagai alat vital bagi usaha yang bergerak dibidang makanan tak dipunyai. Setelah memulung kesana-kemari, akhirnya mereka menemukan kompor gas bekas yang sudah rusak, dibenahi sendiri sehingga berfungsi kembali. Biaya operasional sebasar Rp.1.000.000,-diperoleh dengan cara menggadaikan BPKB sepeda motor salah seorang dari mereka.
Awal perjalanan Delta Cafe inipun tak berjalan lancar. Mereka harus berani tebal muka mendapat cemoohan dari kafe-kafe lain yang berlokasi di jalan Kartini. Tetapi kesederhanaan bangunan tidak membuat para pendiri Delta Cafe menyederhanakan pengelolaan. Sebagai anak kuliahan mereka rajin menggali informasi dan menerapkan manajemen profesional termasuk studi kelayakan dan survey. Hasilnya ketika banyak kafe pesaing yang harus tutup karena terhempas badai krisis moneter yang tak kunjung reda. Delta Cafe justru mendapat limpahan pengunjung yang luar biasa. Menu ditetapkan tidak boleh lebih dari Rp.10.000,- cita rasa harus sesuai dengan aturan baku dan layanan harus bernuansa kekeluargaan. Hasilnya dalam jangka waktu 6 bulan penghasilan yang mula-mula hanya Rp.l00.000,-/hari. Bahkan saat ini penghasilan rata-rata mencapai Rp.5.000.000,-/hari dengan pengunjung rata-rata 500 orang/ hari. Tanah dan bangunan kafe bertingkat tigapun kini sudah milik sendiri.
Dalam kurun waktu tujuh tahun kafe yang memposisikan diri sebagai kafe non alkohol ini terus mengembangkan bisnisnya ke berbagai kota hingga kini telah berdiri lima kafe di berbagai kota di Jawa Timur, dua di Surabaya, satu di sepanjang perbatasan Sidoarjo-Surabaya) dan satu lagi di Malang.
Dengan jumlah karyawan 86 orang, standar baku diciptakan untuk menjaga kekhasan dan mutu di semua outlet. Uniknya disetiap kafe di lokasi yang berbeda memiliki segmen pengunjung yang berbeda pula. Di Surabaya dan Sepanjang misalnya Delta cafe dikenal sebagai cafe keluarga. Di Sidoarjo pengunjung lebih beragam, remaja usia sekolah, orang kantoran juga keluarga. Sedangkan di Malang Delta Cafe lebih banyak dikunjungi anak muda usia 20-30 tahun. Animo yang beragam ini menurut Suwarno yang lebih dikenal dengan sebutan Paijo atau Pai, sebenarnya tidak disengaja oleh para pendiri Delta Cafe. Artinya saat mendirikan kafe, mereka tidak menetapkan segmen pasar. Segmen terbentuk dengan sendirinya menurut karakter kota dimana kafe tersebut berada. Manajemen hanya tinggal mempertajam agar lebih terfokus.Penajaman fokus lebih diarahkan pada even pendukung yang digelar hamper sepanjang tahun.
Di Malang karena pengunjung terbesarnya adalah mahasiswi dan profesional muda, maka even yang digelarpun berbau anak muda. Misalnya nonton bareng Cinema, Fl GP motor. Yang paling banyak diminati adalah aca Joker – Jomblo Keren. Acara ini bisa menjaring 500 lebih pengunjung setiap kali digelar. Bahkan pemiliknya mendapat keberuntungan besar lewat acara ini, karena mendapatkan jodoh hingga dikaruniai seorang putra.
Ke depan, meski persaingan bisnis semakin ketat dengan banyaknya kafe-kafe baru, para pemilik para pemilik Delta Cafe tetap optimis untuk terus mengembangkan bisnis kafe mereka. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi mereka yang memetik hasil kerja keras mereka bukan dalam wujud materi. Mereka lebih suka menginvestasikan kembali laba yang diperoleh dengan berencana membuka kafe untuk kelas menengah atas. Dengan nuansa yang berbeda dan menu yang berbeda di salah satu plaza terbesar di Jawa Timur.
Selain itu mereka juga tengah mematangkan rencana untuk mengembangkan syste franchise. Kelima sahabat itu masih tetap apa adanya, rumah kontrakan, mobil cuma sabagai sebagai inventaris usaha, pakaian pun hanya kaos oblong berwama pudar dan celana jins butut. Sebuah gabungan manis antai kegigihan dan kesederhanaan yang membuahkan keberhasilan.
Agnes D . Savitri, Majalah Pengusaha
Pencarian yang datang:
- modal buka kafe,Modal buka cafe,modal cafe,modal membuat cafe,buka sebuah kafe dengan modal 10k,buka kafe modal bpkb motor,pendapatan rata rata warnet,tips2 pengelolaan kafe kelas menengah,modal membuat cafe bambu,MODAL MENDIRIKAN CAFE