Sulap sebagai alat bantu penjualan

Advert

Beberapa waktu lalu saya dan pasangan saya makan siang di suatu restoran yang terletak di pusat kota Purwokerto. Pramusaji menerima pesanan dan menyediakan makanan secara terampil. Cukup terkejut, dengan nasi yang dibentuk hati, pasangan saya tersenyum. Saat kami menikmati makanan yang dihidangkan, pramusaji yang lain mendekati kami lalu dengan sopan bertanya bolehkah ia melakukan sulap.

Kami berdua tersenyum sambil mempersilakan. Sulap yang ditampilkan tidak seheboh yang di televisi tetapi cukup membuat kami kagum dan tergelitik. Pasangan saya berulangkali tertawa, karena salah menebak.  Ketika atraksi selesai kami berdua melanjutkan kegiatan bersantap siang. Pasangan saya membicarakan dan ingin mengetahui trik sulap yang baru disaksikan, kepada saya. Alhasil pembicaraan menjadi lebih lama membuat kami memesan makanan kecil dan minuman tambahan :) .

trik sulap

Ketika pulang, dalam hati saya memikirkan wah ternyata sulap dapat membantu meningkatkan penjualan secara halus. Meski demikian tentu saja cocok untuk mereka yang memiliki waktu lebih atau santai dalam melihat atraksi sulap yang dilakukan oleh pramusaji di restoran tadi. Ketika menelaah lebih jauh saya teringat dengan kalimat populer di kalangan anak remaja dan anak kecil, “Tolong di bantu ya, tolong dibantu ya….bim salabim prok-prok prok,” .

Kalimat milik Pak Tarno yang sering tampil di TV, pesulap yang awalnya bermain sulap untuk membantu penjualan dagangannya ke anak-anak kecil. Dengan bermain sulap, anak-anak berkerumun, dan merasa akrab dengan Pak Tarno. Hal ini membantu meningkatkan penjualan dagangannya. Saat ini Pak Tarno lebih terkenal sebagai pesulap dibanding sebagai pedagang keliling.

Pengalaman di restoran dan mengingat Pak Tarno, saya mengambil kesimpulan bahwa sulap dapat membantu meningkatkan penjualan, karena mendekatkan hubungan antara penjual dan pembeli.

Pencarian yang datang:

    contoh wawancara kepada pesulap

Leave a Reply